Kami menyediakan berbagai layanan dan penanganan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh — dengan pendekatan profesional, empati, dan metode berbasis bukti.
Suatu bentuk layanan terpadu yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Anak Neurologi dan Psikolog Klinis untuk penegakan diagnosa awal serta intervensi dini pada anak yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Tujuannya agar kondisi dapat diatasi secara cepat dan akurat untuk memperoleh tumbuh kembang optimal serta mencegah kondisi yang tidak diharapkan.
Terapi yang membantu mengembangkan keterampilan motorik, sensorik, kognitif, dan sosial untuk mendukung kemandirian anak serta persiapan masuk sekolah.
Intervensi untuk membantu anak yang mengalami keterlambatan atau hambatan bicara dan komunikasi, seperti cadel, gagap, atau gangguan makan.
Suatu bentuk terapi okupasi yang membantu anak memproses rangsang sensori (vestibular, taktil, proprioseptif, penglihatan, pendengaran, bau, dan gerakan) agar menghasilkan respon adaptif yang tepat sebagai dasar keterampilan di tahap perkembangan berikutnya.
Metode terapi perilaku yang bertujuan mengubah perilaku negatif dan meningkatkan perilaku positif dengan kurikulum terapi terprogram sesuai kemampuan anak di milestone perkembangannya.
Meliputi tes IQ, tes kesiapan masuk sekolah, serta konsultasi psikologi lainnya untuk mendukung tumbuh kembang dan Kemandirian anak.
Layanan terapi fisik untuk membantu anak-anak dengan keterlambatan perkembangan atau gangguan motorik seperti terlambat berjalan atau hambatan pada milestone motorik lainnya.
Gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Tanda-tandanya meliputi kesulitan komunikasi, perilaku berulang, serta sensitivitas terhadap lingkungan.
Gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Membutuhkan terapi perilaku dan dukungan lingkungan belajar yang tepat.
Kelainan genetik akibat kromosom ekstra (trisomi 21). Tidak dapat disembuhkan, namun dengan penanganan tepat anak dapat mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Gangguan neurologis yang menyebabkan kesulitan gerak, otot kaku (spastisitas), dan gangguan koordinasi. Penanganan dini oleh dokter neurologi serta tim fisioterapi, terapi wicara, dan okupasi dapat meningkatkan fungsi anak.
Keterlambatan bicara akibat kurangnya stimulasi atau kondisi lain seperti gangguan pendengaran dan autisme. Terapi wicara dapat membantu anak berkomunikasi dengan lebih baik.
Kondisi saat otak kesulitan memproses informasi dari pancaindra. Dapat menyebabkan anak menjadi terlalu sensitif atau sebaliknya kurang responsif terhadap rangsangan. Gejalanya antara lain: takut suara keras, sulit dipotong kuku, picky eater, jalan jinjit, takut disentuh, atau takut keramaian.
Gangguan saraf yang mempengaruhi kemampuan otak memproses informasi sehingga anak mengalami kesulitan membaca, menulis, berhitung, berbicara, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Gangguan belajar spesifik yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan mengenali kata. Disebabkan oleh kelainan saraf pada otak yang memproses bahasa, namun tidak mempengaruhi kecerdasan anak.
Kondisi keterbatasan signifikan pada fungsi intelektual dan perilaku adaptif yang muncul sebelum usia 18 tahun. Kondisi ini menyebabkan kecerdasan di bawah rata-rata dan mempengaruhi kemampuan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan dukungan untuk berkembang.
Kisaran Biaya: Rp 200.000 - Rp 1.000.000
*Biaya dapat berbeda tergantung jenis layanan dan kebutuhan terapi.